Senin, 25 Februari 2019

JARGON SALAH ALAMAT

Jargon merupakan kalimat semangat yg biasa dimiliki oleh suatu kelompok. Kalimat yg diharapkan bisa menjadi pendorong psikologis menuju kebaikan. Kebaikan untuk tujuan kebersamaan. Bukan hanya kebersamaan dalam kelompok saja, lebih penting juga adalah kebersamaan dalam kehidupan bersosial. 

Sayangnya, efek jargon seringkali membuat pribadi seseorang menjadi 'keblabasan'. Sifat terlalu mencintai kelompok yg membuat kelompok tersebut susah menyesuaikan diri dalam kelompok yg lebih besar lagi. Seringkali bersombong dg diri/kelompok sendiri, merasa senang diatas kesusahan/keburukan yg lainnya, bahkan saling menjatuhkan satu sama lain. Alhasil, tujuan kelompok tak kunjung tercapai, malahan menghasilkan masalah-masalah baru.
Memang, hidup adalah persaingan. Dalam hadistpun, "Berlomba-lombalah dalam kebaikan".
Kini, lihatlah 'feedback'nya, apakah menjadi kebaikan atau sebaliknya, sering melakukan hal yg tidak perlu dalam persaingan itu.
Selalu akan menjumpai perbedaan-perbedaan dalam bersaing. Menghargai itu lebih baik karna perbedaan adalah Rahmat. Jadikan Rahmat itu sebagai pemersatu, bukan pemecah-belah persaudaraan.
Jadi, jangan lagi salah alamat untuk jargon-jargon yang kita kirim. Untuk kebaikan saja, pastikan. Jika kebencian justru semakin tinggi. Hentikan sejenak..agar rasa bangga kelompok tidak berlebihan.

Jumat, 15 Februari 2019

AKU BUKAN MENTAL PENDENDAM

Saat orang yang kamu kenal tiba-tiba berubah sikap kepadamu. Apa yang pertama kali ada di benakmu saat itu ?

coba aku bantu uraikan. apakah kamu akan berpikir bahwa ada hal yang dulu kamu lakukan salah, namun tidak kamu sadari.
mungkin kata-kata mu pernah sempat melukainya. dan ia hanya diam, tanpa menjelaskan salahmu.
dan tiba-tiba ia berubah sikap. menjadi dingin, tidak peduli kamu lagi di kemudian hari.

Pertanyaannya, bagaimana perasaanmu? bingung? rumit?
jika kamu harus dituntut untuk berpikir ulang apa yang dulu sempat kamu ucapkan/lakukan kepada nya hingga ia sedemikian terluka dan mengabaikanmu saat ini.
pekerjaan yang sulit. apa lagi jika sudah terlalu lama jarak waktu sekarang dengan dulu saat kejadian sebab itu terjadi.

Meminta maaf. 
pasti akan dilakukan jika memang sudah tau salah, tapi bagaimana jika ia menanyakan salahmu apa? dan kamu tidak bisa menjawab? rumit.
memang bukan pekerjaan mudah untuk mengurai kembali waktu untuk mencari kronolgi lengkapnya. cobalah semampumu. tapi jika tak kau temui juga, jangan sedih. setidaknya kamu sudah mencoba meminta maafnya dan berharap hubungan ini akan kembali baik.
bukankah kamu juga tidak berniat menyakiti nya? bahkan kamu sangat menyayanginya.

Flash back. jika boleh kita berpikiran.
mencoba mencari celah dari kekacauan pikiran manusia jaman sekarang.
JANGAN JADI MENTAL PENDENDAM
dimana kamu harus menyakiti orang lain dengan jalan abai, sinis, dingin, untuk bisa menghukum kesalahhan orang lain terhadapmu. tapi cobalah untuk membuka kesempatan untuk dirimu jadi dampak kemajuan bagi orang lain. bukankah lebih menyenangkan?? bukankah lebih melegakan?

beberapa dari kita menjadi sangat lelah dan susah, hanya karena mendendam terhadap orang lain.
dendam ibarat racun yang kita minum, tapi berharap orang lain yang  mati.

Jangan buang waktu dan energimu, sahabat....
MENJADILAH BERARTI UNTUK MEMUDAHKAN URUSAN ORANG LAIN
membantu bukan hanya dengan memberi barang yang orang lain butuhkan, tidak. Tapi dengan tidak mendendam itu luar biasa cukup menurutku. menjadi kawan semesta..
karena telah melapangkan jalan hidup orang lain.

urusan orang lain itu akan berubah dengan tabiat nya yang sempat melukaimu, itu bisa jadi tugasmu merubah jika kamu mau mengambilnya.
tapi jika tidak, setidaknya jika kamu tidak mau. 
jangan lah sempitkan hatimu dengan sekat bernama dendam. karena justru akan mempersulit dirimu sendiri.

dengan tidak mendendam, juga memaafkan dengan ikhlas...
hatimu bisa berkali-kali lipat sehat, dengan cara menerima luka dan membiarkannya menjadi obat untuk orang lain .

be good for no reason. Jadilah baik,tanpa alasan. Itu memudahkanmu.

MATIKU HIDUPMU

Kebebasan adalah kemenangan sejati.
pun, saat ia terkurung dalam ruang jeratan duniawi. ia mampu memerangi batasnya sendiri.
Menemukan imajiner yang kabur oleh materialisme manusia masa kini.
Hai dewa.... kau telah membuatku bersinergi dengan karismatikmu.
Menjadikan ku manusia baru ribuan kali.
Aku manatap seolah sudah sekian tahun buta.
Berbicara setelah sekian abad bisu.
Kini, sesak ku telah lepas. Ku hela napas bebas.
Aku, dengan seribu bahasa yang rasanya tidak mungkin bisa aku lebur dalam waktu ribuan tahun pun.
Aku dalam wajahmu kembali berikrar.
Aku telah rela kau bunuh berkali-kali, untuk kau hidupkan kembali setelahnya.
Jangan sesali...karena kau tetaplah luhur tanpa harus ku junjung.
Dan aku tetap mejadi aku, yang mengagumimu setengah mati.

MATIKU HIDUPMU, 8 Februari 2019

HADIR DAN PULANG

Setiap hadir memiliki makna atas kisahnya masing-masing. Bahagialah, kalian yang hidup tepat di sekat antara sunyi dan bunyi.
karena ini adalah alur. yang latarnya sudah tertata rapi tanpa cela. bersama penglihatan magic yang mampu menembus hingga beberapa lapis ke dalam. bukan hanya permukaan.
syukurlah. atas jaminan keabadian lain dalam jiwa.Lihat. betapa semesta ini luas berbatas imaji.
injak saja logikamu yang membebani. lepaskan saja badanmu. biar ia terbaur bersama harum tenangnya tanah.
Nama?
itu hanyalah kendaraan. bukan tujuan. ini aku. bersama keabadianku. menari riang dengan kisah pemberian. menguatkan, meyakinkan. membunuh khawatir akal. 
aku bebas. menikmati batas.
lalu bergurau...
sekecil inikah batas?
maka aku ikrarkan saat ini juga dengan lantang, dengan suara yang menembus tebing menjulang yang selama ini ku bangun.
tak akan aku bawa ilusi ini bersama keabadianku. Karena abadiku tak perlu wujud untuk ku gapai.
tak perlu bunyi untuk menuju panggilannya,
hanya. satu kata untuk ku tinggalkan.
terimakasih semesta karena telah menyambut kedatanganku dan singgahku yang sementara ini dengan ramah.
kini aku pamit dengan makna, menuju pintu yang telah lama menghabiskan air mata kala merinduinya.
hingga aku datangi ia. dan membuatku hampir terjungkir balik dalam berlari mengarahnya karena hatiku sudah tidak mau lagi bersabar. 
Dalam abadi, ku selami dia.

Kamis, 14 Februari 2019

KEMENANGAN

ARTI MENANG ?

Menang adalah kepuasan. 
tapi bukan kepuasan untuk mengalahkan orang lain.
arti kepuasan untukku adalah kepuasan terhadap target ku sendiri. Misalkan saja target untuk bisa melawan egoku, melawan amarahku, melawan gengsi terhadap persepsi orang lain dan melawan setiap ketakutan yang aku sadari ia aku produksi sendiri dalam alam sadar.

Menang adalah proses. bukan akhir. 
menang adalah sebuah perjalanan yang aku rangkai menjadi ceritaku sendiri. bukan dengan tokoh yang aku perankan sendiri. tapi aku yang memiliki kendali bahwa setiap akhir dari perjalanan itu, harus aku apakan diriku. misalkan saja, tentang sedih atau bahagia yang harus aku rasakan setelah aku menyaksikan betapa kuasa Tuhan memang tidak terduga-duga menentukan alur ceritaku.
aku menang atas diriku sendiri. dan itu adalah harga yang tidak bisa dibayar atau dibeli dengan apapun juga,
aku menang karena apapun akhirnya, seperti apapun wujudnya, aku telah menang mengendalikan diriku untuk tetap TENANG. 
bukan lagi bahagia yang aku butuhkan dalam hidup. tapi adalah kendali untuk mahir menguasai pikiran juga perasaanku untuk kubawa dalam ketenangan abadi, tidak terganggu oleh apapun juga, karena sudah ku siapkan ruang untuk makhluk bernama ketenangan itu untuk duduk damai disana.

tidak ada apapun juga yang bisa mengusikknya keluar dari ruangnya,
karena sejak aku mengerti bahwa Tuhanlah yang menjamin setiap cerita yang ingin aku tulis dalam hidupku, tidak peduli seberapa kali pun aku jatuh, aku tetap akan berdiri, dan tidak peduli seberapa kali pun aku menang, aku tidak takut untuk jatuh kembali,

dan hidupku bersama dengan ceritaku akan terus berjalan....tanpa sekat yang bisa membatasi, membebani atau memberhentikanku.