Jargon merupakan kalimat semangat yg biasa dimiliki oleh suatu kelompok. Kalimat yg diharapkan bisa menjadi pendorong psikologis menuju kebaikan. Kebaikan untuk tujuan kebersamaan. Bukan hanya kebersamaan dalam kelompok saja, lebih penting juga adalah kebersamaan dalam kehidupan bersosial.
Sayangnya, efek jargon seringkali membuat pribadi seseorang menjadi 'keblabasan'. Sifat terlalu mencintai kelompok yg membuat kelompok tersebut susah menyesuaikan diri dalam kelompok yg lebih besar lagi. Seringkali bersombong dg diri/kelompok sendiri, merasa senang diatas kesusahan/keburukan yg lainnya, bahkan saling menjatuhkan satu sama lain. Alhasil, tujuan kelompok tak kunjung tercapai, malahan menghasilkan masalah-masalah baru.
Memang, hidup adalah persaingan. Dalam hadistpun, "Berlomba-lombalah dalam kebaikan".
Kini, lihatlah 'feedback'nya, apakah menjadi kebaikan atau sebaliknya, sering melakukan hal yg tidak perlu dalam persaingan itu.
Selalu akan menjumpai perbedaan-perbedaan dalam bersaing. Menghargai itu lebih baik karna perbedaan adalah Rahmat. Jadikan Rahmat itu sebagai pemersatu, bukan pemecah-belah persaudaraan.
Jadi, jangan lagi salah alamat untuk jargon-jargon yang kita kirim. Untuk kebaikan saja, pastikan. Jika kebencian justru semakin tinggi. Hentikan sejenak..agar rasa bangga kelompok tidak berlebihan.