Setiap hadir memiliki makna atas kisahnya masing-masing. Bahagialah, kalian yang hidup tepat di sekat antara sunyi dan bunyi.
karena ini adalah alur. yang latarnya sudah tertata rapi tanpa cela. bersama penglihatan magic yang mampu menembus hingga beberapa lapis ke dalam. bukan hanya permukaan.
syukurlah. atas jaminan keabadian lain dalam jiwa.Lihat. betapa semesta ini luas berbatas imaji.
injak saja logikamu yang membebani. lepaskan saja badanmu. biar ia terbaur bersama harum tenangnya tanah.
Nama?
itu hanyalah kendaraan. bukan tujuan. ini aku. bersama keabadianku. menari riang dengan kisah pemberian. menguatkan, meyakinkan. membunuh khawatir akal.
aku bebas. menikmati batas.
lalu bergurau...
sekecil inikah batas?
maka aku ikrarkan saat ini juga dengan lantang, dengan suara yang menembus tebing menjulang yang selama ini ku bangun.
tak akan aku bawa ilusi ini bersama keabadianku. Karena abadiku tak perlu wujud untuk ku gapai.
tak perlu bunyi untuk menuju panggilannya,
hanya. satu kata untuk ku tinggalkan.
terimakasih semesta karena telah menyambut kedatanganku dan singgahku yang sementara ini dengan ramah.
kini aku pamit dengan makna, menuju pintu yang telah lama menghabiskan air mata kala merinduinya.
hingga aku datangi ia. dan membuatku hampir terjungkir balik dalam berlari mengarahnya karena hatiku sudah tidak mau lagi bersabar.
Dalam abadi, ku selami dia.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar