Kebebasan adalah kemenangan sejati.
pun, saat ia terkurung dalam ruang jeratan duniawi. ia mampu memerangi batasnya sendiri.
Menemukan imajiner yang kabur oleh materialisme manusia masa kini.
Hai dewa.... kau telah membuatku bersinergi dengan karismatikmu.
Menjadikan ku manusia baru ribuan kali.
Aku manatap seolah sudah sekian tahun buta.
Berbicara setelah sekian abad bisu.
Kini, sesak ku telah lepas. Ku hela napas bebas.
Aku, dengan seribu bahasa yang rasanya tidak mungkin bisa aku lebur dalam waktu ribuan tahun pun.
Aku dalam wajahmu kembali berikrar.
Aku telah rela kau bunuh berkali-kali, untuk kau hidupkan kembali setelahnya.
Jangan sesali...karena kau tetaplah luhur tanpa harus ku junjung.
Dan aku tetap mejadi aku, yang mengagumimu setengah mati.
MATIKU HIDUPMU, 8 Februari 2019
Tidak ada komentar:
Posting Komentar